Sabtu, 31 Mei 2014

Fenomena Batu Menangis Disebabkan Faktor Alam

Pada kesempatan kali ini juhanasblog.blogspot.com akan menyajikan berita tentang Fenomena Batu Menangis Disebabkan Faktor Alam. Semoga dengan posting Fenomena Batu Menangis Disebabkan Faktor Alam akan menambah wawasan untuk anda pembaca setia juhanasblog.blogspot.com


Beberapa waktu lalu, warga Kampung Pananjung, Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, sempat menemukan batu yang mirip wajah manusia. Mulanya, batu tersebut sempat diduga sebagai peninggalan masa prasejarah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kemudian menyelidikinya. Akhirnya mereka menyatakan, temuan batu besar dengan ukiran menyerupai wajah manusia bukan dibuat oleh manusia zaman dahulu, melainkan faktor alam.

Saya sudah meninjau ke lokasi dan melihat batunya langsung dan itu saya kira karena faktor alam, bukan dibuat oleh manusia, kata Kepala Bidang Kebudayaan dan Kepurbakalaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Garut, Warjita di Garut, Minggu (14/10/2012).

Berdasarkan berita Antara, hari ini, batu tersebut merupakan hasil muntahan Gunung Guntur antara abad 18 dan 19. Diameter batu itu sekitar 2 meter. Batu memiliki permukaan yang menyerupai dua mata, hidung dan mulut sehingga tampak seperti wajah manusia.

Warga setemnpat menyebutnya batu menangis. Sebabnya, pada tahun 2009 dan 2011, warga menjumpai bahwa batu tersebut mengeluarkan air.

Meskipun dianggap unik oleh warga, Warjita mengatakan bahwa hal itu sebenarnya alamiah. Jadi ukirannya tidak ada unsur dibuat atau perbuatan manusia pada zaman terdahulu, kata Warjita.

Faktor yang memperkuat kesimpulan bahwa batu adalah fenomena alam adalah tak adanya benda-benda lain yang memiliki nilai sejarah di sekitar lokasi. Batu itu sendiri baru terlihat setelah warga mengeringkan sebuah kolam untuk dijadikan lahan pertanian.

Menurut warjita, batu tersebut sebenarnya tidak begitu mirip dengan wajah manusia.

Seperti pemandangan kawah di Merkurius yang mirip Mickey Mouse, anggapan kemiripan batu dengan wajah manusia bisa dikatakan sebagai pareidolia. Otak manusia menyimpan memori tentang rupa dan bentuk tertentu. Manusia bisa menilai bahwa objek tertentu memiliki kemiripan dengan apa yang dibayangkannya.

Dapatkan berita terupdate dan unik setiap saat hanya di juhanasblog.blogspot.com
Homepage|http://juhanasblog.blogspot.com

Read More..

Meningkatkan Kekuatan Pribadi


Orang orang yang sukses biasanya memiliki kekuatan kepribadian. Bagi kita yang merasa kurang memiliki kekuatan kepribadian maka ada beberapa hal yang perlu kita perbaiki dan ubah. Diantaranya mengubah sikap mental, cara berkomunikasi, dan cara bertindak.

Pertama, mengubah sikap mental. Caranya adalah :
  1. Miliki tujuan hidup yang jelas. Dengan tujuan hidup yang jelas, orang akan lebih mudah dan cepat sampai di tujuannya. Orang yang memiliki tujuan yang jelas memiliki energi dan semangat untuk terus melangkah sesulit apapun perjalanannya.
  2. Peganglah kendali penuh atas pikiran. Kita bisa mengendalikan pikiran sesuai dengan keinginan. Tidak ada yang bisa memaksakan pikirannya kepada kita kalau kita tidak mengizinkan. Bahkan setan pun hanya bisa menggoda orang yang menjadikannya sebagai pemimpin. ”Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-oang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS an-Nahl [16]:100)
  3. Jadilah orang yang menyenangkan. Sikap ini akan membuat kita disukai dan orangpun akan merasa nyaman dengan kita. Sebaliknya janganlah menjadi orang yang menyebalkan. Sifat ini akan membuat orang menghindar dari kita.
  4. Bersikaplah proaktif dalam kebaikan. Kita disuruh oleh Allah untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Untuk menang dalam berlomba maka kita harus bergerak lebih dahulu dari orang lain (proaktif). Oleh karena itu, ambillah inisiatif dan jangan menunggu. ”Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” (QS al-Baqarah [2]:148)
  5. Berjiwa besar dalam setiap situasi. Kita harus menjadikan masalah kita sebagai ujian kepribadian. Orang yang matang belum terbukti kalau belum diuji.
  6. Berharap yang terbaik. Harapan yang optimis akan memengaruhi fisiologi kita untuk selalu bersikap positif dan produktif. Allah mengajarkan kepada kita untuk selalu berharap yang terbaik. ”Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).” (QS al-A’raf [7]:56)
  7. Jadikanlah Rasulullah saw. sebagai teladan utama dalam kehidupan. Beliau adalah panutan dan contoh kita dalam setiap kondisi. “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasululah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS al-Ahzab [33]:21)

Kedua, mengubah cara kita berkomunikasi. Kiatnya adalah :
  1. Berbicaralah dengan tegas dan jelas. Lakukan setiap ada kesempatan berbicara terutama dalam forum-forum yang dihadiri oleh orang banyak. Hal ini berguna untuk melatih keberanian dan melatih kelancaran berbicara.
  2. Jangan gunakan kata-kata yang melemahkan atau meragukan. Bicaralah dengan mantap, jelas dan terukur. Hindari kata-kata; mungkin, kira-kira, kayaknya dan kata-kata lainnya yang menimbulkan kesan kurang yakin.
  3. Perbanyak kosa kata kita agar bisa memilih dan menggunakan kata-kata yang tepat dan benar. Tidak jarang karena keterbatasan penguasaan kosa kata, kita berbicara dengan bahasa yang tidak tepat sehingga menimbulkan salah pengertian.
  4. Gunakanlah kalimat-kalimat yang pendek dan kuat. Kalimat yang panjang dan beranak-pinak akan mengaburkan inti permasalahan yang akan kita sampaikan.
  5. Bicarakanlah hal-hal yang positif dan menarik karena ini bisa memengaruhi susana hati kita. Banyak bicara positif maka hasilnya juga akan positif, begitu sebaliknya.
  6. Jangan berbicara tentang kesehatan yang buruk dan cuaca yang jelek dengan nada mengeluh. Hal ini akan dapat merusak suasana hati. Berbicaralah tentang sesuatu yang positif dan membangun. 
  7. Sesuaikanlah perkataan dengan perilaku karena hal ini akan membuat kita dipercaya oleh orang lain. Bahkan Allah sudah mewanti-wanti dalam al-Quran, ”Sungguh amat besar kemurkaan di sisi Allah bagi orang-orang yang berkata-kata apa-apa yang tidak diperbuatnya.” (QS al-Anbiyaa [21]:3)

Ketiga, mengubah cara kita bertindak. Kiatnya adalah
  1. Teruslah melatih diri dalam kehidupan sehari-hari. Kepribadian kita akan kuat bila dilatih dengan mengatasi kesulitan-kesulitan hidup.
  2. Aktif dalam kegiatan-kegiatan bersama orang lain. Kepribadian kita akan terbentuk dan teruji bila berbaur dengan orang lain. Untuk itu bergabunglah dengan kegiatan-kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan.
  3. Berusahalah untuk selalu energik. Kondisi fisik tidak bisa diabaikan karena antara fisik dan jiwa akan saling memengaruhi. Ketika fisik kita dalam keadaan fit maka jiwa kitapun akan terbawa fit dan enerjik. Begitu pula ketika jiwa kita sedang gelisah maka fisik pun akan terbawa tidak tenang.
  4. Jangan suka bertengkar karena ini akan membuat kita kehabisan energi. Bertengkar lebih banyak didorong oleh nafsu dari pada mencari kebenaran. Orang yang suka bertengkar lebih mudah ditipsu oleh setan dan sering terjerumus kepada kemaksiatan. Wallahua’lam.***

Read More..